Mata pelajaran Informatika Kelas X SMK (Fase E) Kurikulum Merdeka membekali siswa dengan kemampuan berpikir komputasional, penguasaan teknologi digital, dan logika pemrograman untuk memecahkan masalah. Fokus materi meliputi sistem komputer, jaringan, analisis data, dampak sosial informatika, serta praktik lintas bidang untuk meningkatkan produktivitas.
Di era transformasi digital tahun 2026, tantangan generasi muda bukan lagi sekedar mencari informasi, melainkan bagaimana memfilter nilai di tengah keberagaman global. Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 10 sebagai kompas spiritual yang relevan, aplikatif, dan mencerahkan. isinya meliputi: Integrasi Karakter: Menanamkan budi pekerti luhur melalui internalisasi nilai-nilai Asmaul Husna dalam perilaku sehari-hari. Literasi Al-Qur'ani: Membedah ayat-ayat pilihan untuk menjawab tantangan etika digital dan moderasi beragam di masa kini. Fikih Aplikatif: Memahami syariat dengan pendekatan yang moderat (wasathiyah) untuk mewujudkan kemaslahatan umat. Inspirasi Peradaban: Meneladani sejarah perjuangan dakwah untuk membangun etos kerja dan semangat inovasi siswa. dan lain sebagainya
Mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan Budi Pekerti untuk kelas 10 (Fase E) di tingkat SMA/SMK berfokus pada transisi peserta didik menjadi pribadi yang dewasa dan bertanggung jawab di tengah masyarakat yang majemuk.
Pertumbuhan Menuju Kedewasaan.
Materi ini menekankan pentingnya bertumbuh secara utuh sesuai teladan Yesus Kristus. Aspek-aspek pertumbuhan yang dibahas meliputi: Kedewasaan Fisik & Intelektual: Bertambahnya hikmat dan kematangan cara berpikir.Kedewasaan Emosional & Sosial: Kemampuan mengendalikan diri dan membangun hubungan baik dengan sesama.Kedewasaan Spiritual: Memperdalam hubungan dengan Tuhan melalui doa, pembacaan Firman, dan menjadikan Tuhan sebagai prioritas hidup.
Hidup dalam Masyarakat Majemuk
Salah satu tema utama di kelas 10 adalah bagaimana umat Kristen hidup berdampingan dengan orang lain yang berbeda latar belakang. Hal ini mencakup:Memahami identitas diri sebagai orang percaya di tengah keberagaman budaya dan agama di Indonesia.Menerapkan nilai-nilai kristiani seperti kasih, toleransi, dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari.